Kata Pengantar
- Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas rahmatnya yang diberikan kepada saya. Hingga saya dapat menyelesaikan sebuah Karya Ilmiah dalam bentuk Makalah yang mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca dengan tema "Akustik Kelautan" sebagai pemenuhan tugas saya di mata kuliah Pengantar Fisika Teknik Semester II, yang saya dapatkan dari berbagai sumber- sumber tertentu.
- Ucapan terimakasih saya berikan kepada pihak-pihak yang membantu saya dalam pencarian dan pemberian Ide tentang proses terbuat hingga terbentuknya Makalah ini. Dan saya berharap agar Makalah ini dapat bermanfaat dalam proses pembelajaran saya di dalam Kampus, dan proses pembelajaran di tahun pembelajaran berikutnya. Dan karna Tiada Gading Yang Tak Retak, begitu pula dengan Makalah ini. Maka dari itulah saya mengharapkan kritik dan saran positif yang diberikan kepada saya demi perbaikan Makalah diwaktu mendatang.
Tangerang, April 2013
(Thohiri_1201007)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Isi:
Kata Pengantar ____________________________________________________________________(ii)
Daftar Isi ________________________________________________________________________(iv)
Bagian 1. Pendahuluan ______________________________________________________________(1)
a. Pengertian dan sejarah Akustik Kelautan __________________________________________(1)
b. Fenomena-fenomena Yang Terjadi pada AkustikKelautan _____________________________(4)
c. Mecepatan Suara di Laut ______________________________________________________(9)
Bagian 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Suara di Laut _______________________(10)
a. Suhu_______________________________________________________________________(10)
b. Kedalaman Perairan __________________________________________________________(11)
c. Lapisan Termoklin ___________________________________________________________(11)
d. Salinitas ___________________________________________________________________(12)
Bagian 3. Komponen-Komponen Metode Akustik Kelautan_________________________________(13)
a. Absorbsi ____________________________________________________________________(13)
b. Target Strength ______________________________________________________________(13)
c. Volume Scatter ______________________________________________________________(14)
d. Lapisan SOFAR ______________________________________________________________(14)
e. Out Put Data ________________________________________________________________(15)
Bagian 4. Kesimpulan ______________________________________________________________(16)
Daftar Pustaka ___________________________________________________________________(19)
Mengetahui Penulis _______________________________________________________________(20)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagian 1. Pendahuluan
A. Pengertian dan Sejarah Akustik Kelautan
Akustik Kelautan Merupakan teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium air laut.
Akustik Kelautan terbagi menjadi dua macam, yaitu:
- Akustik Pasif, merupakan suatu aksi mendengarkan gelombang suara yang datang dari berbagai objek pada kolom perairan. Manfaatnya, untuk mendengarkan ledakan bawah air (gempa bumi, letusan gunung berapi, suara aktifitas ikan, aktifitas kapal dan untuk mendeteksi kondisi bawah air.
- Akustik Aktif, untuk mengukur jarak dan arah dari objek yang di deteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan pulsa suara dan mengukur waktu tempuh dari pulsa dengan memakai prinsip Sonar untuk pengukuran bawah air.
Sejarah Akustik
Dimulai sekitar tahun 1490 yang bersumber dari catatan harian Leonardo Da Vinci yang menuliskan: "Dengan menempatkan ujung pipa yang panjang di dalam laut dan ujung lainnya di telinga anda, dapat mendengarkan Kapal-kapal laut dari kejauhan. "Ini mengindikasikan bahwa suara dapat beroprasi di dalam air. Ini yang disebut dengan Sonar Pasif (Passive Sonar) karena kita hanya mendengar suara yang ada.
Pada abad ke 19, Jacques Carles dan Pierre Currie menemukan Piezoelectricity, sejenis kristal yang dapat membangkitkan Arus listrik. Jika kristal tersebut ditekan, atau jika sebaliknya kristal tersebut dialiri Arus listrik maka kristal akan mengalami tekanan yang akan menimbulkan perubahan tekanan di permukaan kristal yang bersentuhan dengan air. Selanjutnya Signal Suara akan berpropagansi di dalam air. Ini yang disebut dengan Sonar Aktif(Active Sonar).B. Fenomena-fenomena Yang Terjadi pada Akustik Kelautan:

- Sound Channel, Sound Channel atau Kanal suara merupakan lapisan dimana kecepatan suara minimum dimana lapisan ini terletak dibawah lapisan Thermocline. Hal ini dapat terjadi karena dilapisan Thermocline terjadi pengurangan C sementara dibawah lapisan Thermocline terjadi penambahan C. C=1449,2+4,6T-0,055T2+0,00029T3+(1,34-0,010T) (S-3S)-0,016Z Dengan ; C= Kecepatan Suara(m/s), T=suhu(°C),S=Salinitas(psu), Z=Kedalaman(m).
- Attenuasi Gelombang Suara, Attenuasi adalah kekuatan sinyal berkurang atau melemahnya bila jaraknya terlalu jauh melalui media transmisi, baik dengan menggunakan media, transmisi guide seperti kabel, atau media transmisi unguide seperti gelombang. Attenuasi disebabkan oleh tiga faktor, yaitu Absorbsi, Hamburan(Scattering), dan Mikro Bending.
[ Attenuasi(dB)=attenuation coeficient(dB/cm) x path Length(2).]
3. Refraksi Gelombang Suara.
Suatu Gelombang yang melewati bidang batas antara dua medium maka sebagian Gelombang akan dipantulkan dan sebagian lagi akan mengalami pembelokan arah dari arah semula,bergantung pada mediumnya.
4. Shadow Zone.
Shadow Zone adalah suatu wilayah dimana Gelombang suara tidak dapat merambat atau lemah sehingga hampir tidak dapat merambat dalam suatu medium.
Kolom air laut dapat dibagi menjadi tiga lapisan, lapisan pertama yaitu lapisan tercampur,(Mix Layer), yang merupakan lapisan homogen dimana suhunya konstan. Lapisan yang kedua yaitu lapisan Thermocline, dimana terjadi penurunan suhu yang cepat yang lebih mendominasi dibandingkan pertambahan tekanan sehingga kecepatan suara pada lapisan ini berkurang terhadap kedalaman. Dan Lapisan yang ketiga yaitu Lapisan laut dalam (Deep Water), pada lapisan ini peningkatan tekanan lebih dominan dan terjadi penurunan Suhu sehingga kecepatan suara kembali meningkat terhadap kedalaman.
C. Kecepatan Suara di Laut.
Secara sederhana Pola perambatan gelombang suara di dalam air laut yang dibagi secara vertikal adalah sebagai berikut:
- Lapisan tercampur, dimana kecepatan suara relatif konstan, biasanya ditemukan sampai kedalaman beberapa meter dari permukaan.
- Surface Channel, kecepatan suara meningkat jika dibandingkan pada saat berada di lapisan tercampur.
- Termoklin, pada lapisan ini kecepatan suara akan menurun dengan bertambahnya kedalaman, karena biasanya suhu menurun secara drastis dalam kedalaman yang relatif dangkal pada lapisan ini. Termoklin dapat muncul secara musiman(jika dekat dengan permukaan) atau permanen.
- Deep Channel, kecepatan suara pada lapisan ini mendekati minimum. Rata-rata kedalaman lapisan ini mulai dari beberapa ratus meter sampai 2000 meter.
- Lapisan Isothermal, pada lapisan ini suhu relatif konstan, kecepatan suara bertambah secara Linear seiring bertambahnya kedalaman karena pengaruh tekanan hidrostatis.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAGIAN 2.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Suara Di Kolom Perairan.
A. Suhu
Suhu merupakan salah satu karakter fisik dari air laut yang penting. Di wilayah Lintang sedang dan rendah(dekat dengan wilayah tropis), suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi densitas dan kecepatan suara di dalam air. Suhu di daerah tropis pada wilayah permukaan laut berkisar 26-29°C yang dipengaruhi oleh musim.
Pada kondisi perairan laut yang mempunyai suhu berbeda-beda menimbulkan variasi kecepatan suara yang menyebabkan refraksi atau pembelokan perambatan gelombang suara. Perubahan suhu yang sangat cepat pada lapisan termoklin menyebabkan pembelokan gelombang suara yang tajam dan pada lapisan ini bertindak sebagai bidang pantul.
B. Kedalaman Perairan.
Bertambahnya kedalaman, maka kecepatan suara akan bertambah karena adanya tekanan hidrostatis yang semakin besar dengan bertambahnya kedalaman. Rata-rata terjadi peningkatan kecepatan suara sebesar 0,017 m/detik setiap kedalaman 1 meter.
C. Lapisan Termoklin.
Lapisan Termoklin merupakan lapisan yang berada dalam kolom perairan di laut, dimana pada lapisan ini mengalami perubahan suhu yang drastis dengan lapisan yang berada dan dibawah lapisan termoklin. Di laut termoklin seperti lapisan yang membagi antara lapisan pencampuran(Mixing Layer) dan lapisan dalam(Deep Layer). Faktor yang menentukan ketebalan lapisan ini dalam suatu perairan seperti variasi cuaca musiman, lintang, kondisi lingkungan suatu tempat ( pasang surut dan arus ).
D. Salinitas.
Salinitas adalag jumlah zat-zat terlarut dalam 1 kg air laut, dimana semua karbonat telah diubah menjadi Oksida, Bromida, dan Iodida diganti oleh Klorida dan semua bahan organik telah di Oksidadi sempurna. Pada umumnya perairan laut lepas memiliki kadar salinitas 35 psu, yang berarti dalam 1 kg air laut tersebut terdiri atas 3,5% elemen-elemen Kimia terlarut dan 96,5% kandungan airnya. Distribusi vertikal salinitas pada wilayah tropis, ekuator, dan sub tropis mengalami nilai yang paling kecil pada kedalaman 600-1000m (34-35 partical salinity unit/psu). Diwilayah tropis nilai salinitas pada permukaan berkisar 36-37 psu. Salinitas maksimum pada wilayah perairan tropis terjadi pada kedalaman 100-200m dekat dengan lapisan termoklin dimana kadar salinitas dapat mencapai lebih dari 37 psu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAGIAN. 3.
Komponen-Komponen Metode Akustik.
1. Absorbsi.
Absorbsi gelombang suara yaitu penyerapan gelombang suara sehingga menyebabkan transmisi hilang pada saat echo dari transduser. Absorbsi gelombang suara di laut dipengaruhi oleh suhu, salinitas, pH, kedalaman, dan frekuensi gelombang.
2. Target Strength.
Kekuatan pantulan gema yang dikembalikan atau dipantulkan oleh target disebut Target Strength.
Rumus: TS= 10(log Ir/li).
Dengan ;
TS: Target Strength,
Ir : energi suara yang dipantulkan,yg diukur.
Ii. : energi suara yang mengenai ikan/target.
3. Volume Scatter.
Rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu group single target yang berada pada suatu volume air tertentu (1m3) disebut volume scatter atau Scattering Volume(SV). Back Scattering Strength yaitu rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu kelompok single target yang diukur dari target.
Rumus: SV= 10 Log pV+ TS.
dengan:
SV. :Scattering Volume,
p. : densitas perairan,
V. : volume perairan,
TS. : target strength(TS=10(log Ir/Ii)).
4. Lapisan SOFAR.
Lapisan dimana terjadinya akumulasi suhu dan kedalaman disebut Lapisan SOFAR ( Sound Fixing Ranging ). Lapisan ini juga merupakan lapisan dimana kecepatan suara menjadi sangat lambat sehingga disebut juga lapisan C minimum, dimana C adalah kecepatan suara. Gelombang suara yang merambat dalam jarak yang cukup besar diperairan laut akan terperangkap dalam lapisan Sofar ini.
5. Output Data.
Lihat gambar disamping.. !
Echosounder Data yaitu merupakan Output Data hasil dari Akustik, biasanya berupa GSU, ASCII, dan lain-lain. Data ASCII dapat diolah dengan menggunakan Software Surfer 10. Poin penting dalam Echosounder data ini yaitu terdapatnya nilai x,y(posisi koordinat), dan Z(kedalaman).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAGIAN. 4.
KESIMPULAN.
- Akustik Kelautan merupakan teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium air laut.
- Akustik Kelautan terbagi menjadi dua, yaitu: Akustik Pasif, merupakan suatu aksi mendengarkan gelombang suara yang datang dari berbagai objek pada kolom perairan. Dan Akustik Aktif, yaitu untuk mengukur jarak dan arah dari objek yang di deteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan pulsa suara dan mengukur waktu tempuh dari pulsa dengan memakai perinsip SONAR untuk pengukuran bawah air.
- Fenomena-fenomena yang terjadi pada akustik kelautan: Sound Channel atau kanal suara, Attenuasi gelombang suara, Refraksi gelombang suara, dan Shadow Zone.
- Rumus kecepatan suara: C=1449,2+4,6T-0,055T2+0,00029T3+(1,34-0,010T)(S-3S)-0,016Z. dimana; C= kecepatan cahaya(m/s), T=suhu(°C), S= salinitas(psu), Z= kedalaman(m).
- Fakttor-faktor yang mempengaruhi kecepatan suara dalam perairan: suhu, kedalaman perairan, lapisan termoklin,(lapisan termoklin adalah lapisan yang berada dalam kolom perairan di tlaut dimana pada lapisan ini mengalami perubahan suhu yang drastis dengan lapisan yang berada dan dibawah lapisan termoklin), Salinitas(adalah jumlah zat-zat terlarut dalam 1kg air laut, dimana semua karbonat telah diubah menjadi Oksida, Bromida, dan Iodida diganti oleh klorida dan semua bahan Organik telah dioksidasi sempurna.
- Komponen-komponen metode Akustik
- Absorbsi(penyerapan),
- Target Strength, Rumus. TS=10(log Ir/Ii), dimana TS; target strength, Ir; energi suara yang dipantulkan, Ii; energi suara yang mengenai ikan.
- Volume Scatter, Rumus: SV=10 log pV+TS.
- Lapisan SOFAR(Sound fixing and Ranging),
- Output Data.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Pustaka
- http://WWW.rdinstruments.com/Waves.aspx.waves Array.
- Kuliah Akustik Kelautan.
- http://artikata.com/arti-319877/atenuasi.html
- http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/51099/C II mis.pdf? seguence=I
- Tipler, Paul A,(1998), Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1, Jakarta Erlangga.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mengetahui Penulis.
Tohiri, lahir di Serang, Banten pada 08 September 1895. menempuh pendidikan dasar di SD Melati 4 Waringinkurung-Serang. Kemudian, melanjutkan studi di MtS/MA Al-Inayah Cilegon. Selanjutnya melanjutkan di Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah(STTM-M) Tangerang, pada prodi Teknik Fisika (konsentrasi pada Instrumentasi dan kontrol). Hingga saat ini masih menempuh studi disana. Adapun untuk karya tulisnya sedang dalam waktu proses.
[ Attenuasi(dB)=attenuation coeficient(dB/cm) x path Length(2).]
3. Refraksi Gelombang Suara.
Suatu Gelombang yang melewati bidang batas antara dua medium maka sebagian Gelombang akan dipantulkan dan sebagian lagi akan mengalami pembelokan arah dari arah semula,bergantung pada mediumnya.
4. Shadow Zone.
Shadow Zone adalah suatu wilayah dimana Gelombang suara tidak dapat merambat atau lemah sehingga hampir tidak dapat merambat dalam suatu medium.
Kolom air laut dapat dibagi menjadi tiga lapisan, lapisan pertama yaitu lapisan tercampur,(Mix Layer), yang merupakan lapisan homogen dimana suhunya konstan. Lapisan yang kedua yaitu lapisan Thermocline, dimana terjadi penurunan suhu yang cepat yang lebih mendominasi dibandingkan pertambahan tekanan sehingga kecepatan suara pada lapisan ini berkurang terhadap kedalaman. Dan Lapisan yang ketiga yaitu Lapisan laut dalam (Deep Water), pada lapisan ini peningkatan tekanan lebih dominan dan terjadi penurunan Suhu sehingga kecepatan suara kembali meningkat terhadap kedalaman.
C. Kecepatan Suara di Laut.
Secara sederhana Pola perambatan gelombang suara di dalam air laut yang dibagi secara vertikal adalah sebagai berikut:
- Lapisan tercampur, dimana kecepatan suara relatif konstan, biasanya ditemukan sampai kedalaman beberapa meter dari permukaan.
- Surface Channel, kecepatan suara meningkat jika dibandingkan pada saat berada di lapisan tercampur.
- Termoklin, pada lapisan ini kecepatan suara akan menurun dengan bertambahnya kedalaman, karena biasanya suhu menurun secara drastis dalam kedalaman yang relatif dangkal pada lapisan ini. Termoklin dapat muncul secara musiman(jika dekat dengan permukaan) atau permanen.
- Deep Channel, kecepatan suara pada lapisan ini mendekati minimum. Rata-rata kedalaman lapisan ini mulai dari beberapa ratus meter sampai 2000 meter.
- Lapisan Isothermal, pada lapisan ini suhu relatif konstan, kecepatan suara bertambah secara Linear seiring bertambahnya kedalaman karena pengaruh tekanan hidrostatis.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAGIAN 2.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Suara Di Kolom Perairan.
A. Suhu
Suhu merupakan salah satu karakter fisik dari air laut yang penting. Di wilayah Lintang sedang dan rendah(dekat dengan wilayah tropis), suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi densitas dan kecepatan suara di dalam air. Suhu di daerah tropis pada wilayah permukaan laut berkisar 26-29°C yang dipengaruhi oleh musim.
Pada kondisi perairan laut yang mempunyai suhu berbeda-beda menimbulkan variasi kecepatan suara yang menyebabkan refraksi atau pembelokan perambatan gelombang suara. Perubahan suhu yang sangat cepat pada lapisan termoklin menyebabkan pembelokan gelombang suara yang tajam dan pada lapisan ini bertindak sebagai bidang pantul.
Bertambahnya kedalaman, maka kecepatan suara akan bertambah karena adanya tekanan hidrostatis yang semakin besar dengan bertambahnya kedalaman. Rata-rata terjadi peningkatan kecepatan suara sebesar 0,017 m/detik setiap kedalaman 1 meter.
C. Lapisan Termoklin.
Lapisan Termoklin merupakan lapisan yang berada dalam kolom perairan di laut, dimana pada lapisan ini mengalami perubahan suhu yang drastis dengan lapisan yang berada dan dibawah lapisan termoklin. Di laut termoklin seperti lapisan yang membagi antara lapisan pencampuran(Mixing Layer) dan lapisan dalam(Deep Layer). Faktor yang menentukan ketebalan lapisan ini dalam suatu perairan seperti variasi cuaca musiman, lintang, kondisi lingkungan suatu tempat ( pasang surut dan arus ).
D. Salinitas.
Salinitas adalag jumlah zat-zat terlarut dalam 1 kg air laut, dimana semua karbonat telah diubah menjadi Oksida, Bromida, dan Iodida diganti oleh Klorida dan semua bahan organik telah di Oksidadi sempurna. Pada umumnya perairan laut lepas memiliki kadar salinitas 35 psu, yang berarti dalam 1 kg air laut tersebut terdiri atas 3,5% elemen-elemen Kimia terlarut dan 96,5% kandungan airnya. Distribusi vertikal salinitas pada wilayah tropis, ekuator, dan sub tropis mengalami nilai yang paling kecil pada kedalaman 600-1000m (34-35 partical salinity unit/psu). Diwilayah tropis nilai salinitas pada permukaan berkisar 36-37 psu. Salinitas maksimum pada wilayah perairan tropis terjadi pada kedalaman 100-200m dekat dengan lapisan termoklin dimana kadar salinitas dapat mencapai lebih dari 37 psu.
BAGIAN. 3.
Komponen-Komponen Metode Akustik.
1. Absorbsi.
Absorbsi gelombang suara yaitu penyerapan gelombang suara sehingga menyebabkan transmisi hilang pada saat echo dari transduser. Absorbsi gelombang suara di laut dipengaruhi oleh suhu, salinitas, pH, kedalaman, dan frekuensi gelombang.
2. Target Strength.
Kekuatan pantulan gema yang dikembalikan atau dipantulkan oleh target disebut Target Strength.
Rumus: TS= 10(log Ir/li).
Dengan ;
TS: Target Strength,
Ir : energi suara yang dipantulkan,yg diukur.
Ii. : energi suara yang mengenai ikan/target.
3. Volume Scatter.
Rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu group single target yang berada pada suatu volume air tertentu (1m3) disebut volume scatter atau Scattering Volume(SV). Back Scattering Strength yaitu rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu kelompok single target yang diukur dari target.
Rumus: SV= 10 Log pV+ TS.
dengan:
SV. :Scattering Volume,
p. : densitas perairan,
V. : volume perairan,
TS. : target strength(TS=10(log Ir/Ii)).
4. Lapisan SOFAR.
Lapisan dimana terjadinya akumulasi suhu dan kedalaman disebut Lapisan SOFAR ( Sound Fixing Ranging ). Lapisan ini juga merupakan lapisan dimana kecepatan suara menjadi sangat lambat sehingga disebut juga lapisan C minimum, dimana C adalah kecepatan suara. Gelombang suara yang merambat dalam jarak yang cukup besar diperairan laut akan terperangkap dalam lapisan Sofar ini.
5. Output Data.
Lihat gambar disamping.. !
Echosounder Data yaitu merupakan Output Data hasil dari Akustik, biasanya berupa GSU, ASCII, dan lain-lain. Data ASCII dapat diolah dengan menggunakan Software Surfer 10. Poin penting dalam Echosounder data ini yaitu terdapatnya nilai x,y(posisi koordinat), dan Z(kedalaman).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Target Strength.
Kekuatan pantulan gema yang dikembalikan atau dipantulkan oleh target disebut Target Strength.
Rumus: TS= 10(log Ir/li).
Dengan ;
TS: Target Strength,
Ir : energi suara yang dipantulkan,yg diukur.
Ii. : energi suara yang mengenai ikan/target.
3. Volume Scatter.
Rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu group single target yang berada pada suatu volume air tertentu (1m3) disebut volume scatter atau Scattering Volume(SV). Back Scattering Strength yaitu rasio antara intensitas yang direfleksikan oleh suatu kelompok single target yang diukur dari target.
Rumus: SV= 10 Log pV+ TS.
dengan:
SV. :Scattering Volume,
p. : densitas perairan,
V. : volume perairan,
TS. : target strength(TS=10(log Ir/Ii)).
4. Lapisan SOFAR.
Lapisan dimana terjadinya akumulasi suhu dan kedalaman disebut Lapisan SOFAR ( Sound Fixing Ranging ). Lapisan ini juga merupakan lapisan dimana kecepatan suara menjadi sangat lambat sehingga disebut juga lapisan C minimum, dimana C adalah kecepatan suara. Gelombang suara yang merambat dalam jarak yang cukup besar diperairan laut akan terperangkap dalam lapisan Sofar ini.
5. Output Data.
Lihat gambar disamping.. !
Echosounder Data yaitu merupakan Output Data hasil dari Akustik, biasanya berupa GSU, ASCII, dan lain-lain. Data ASCII dapat diolah dengan menggunakan Software Surfer 10. Poin penting dalam Echosounder data ini yaitu terdapatnya nilai x,y(posisi koordinat), dan Z(kedalaman).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAGIAN. 4.
KESIMPULAN.
- Akustik Kelautan merupakan teori yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium air laut.
- Akustik Kelautan terbagi menjadi dua, yaitu: Akustik Pasif, merupakan suatu aksi mendengarkan gelombang suara yang datang dari berbagai objek pada kolom perairan. Dan Akustik Aktif, yaitu untuk mengukur jarak dan arah dari objek yang di deteksi dan ukuran relatifnya dengan menghasilkan pulsa suara dan mengukur waktu tempuh dari pulsa dengan memakai perinsip SONAR untuk pengukuran bawah air.
- Fenomena-fenomena yang terjadi pada akustik kelautan: Sound Channel atau kanal suara, Attenuasi gelombang suara, Refraksi gelombang suara, dan Shadow Zone.
- Rumus kecepatan suara: C=1449,2+4,6T-0,055T2+0,00029T3+(1,34-0,010T)(S-3S)-0,016Z. dimana; C= kecepatan cahaya(m/s), T=suhu(°C), S= salinitas(psu), Z= kedalaman(m).
- Fakttor-faktor yang mempengaruhi kecepatan suara dalam perairan: suhu, kedalaman perairan, lapisan termoklin,(lapisan termoklin adalah lapisan yang berada dalam kolom perairan di tlaut dimana pada lapisan ini mengalami perubahan suhu yang drastis dengan lapisan yang berada dan dibawah lapisan termoklin), Salinitas(adalah jumlah zat-zat terlarut dalam 1kg air laut, dimana semua karbonat telah diubah menjadi Oksida, Bromida, dan Iodida diganti oleh klorida dan semua bahan Organik telah dioksidasi sempurna.
- Komponen-komponen metode Akustik
- Absorbsi(penyerapan),
- Target Strength, Rumus. TS=10(log Ir/Ii), dimana TS; target strength, Ir; energi suara yang dipantulkan, Ii; energi suara yang mengenai ikan.
- Volume Scatter, Rumus: SV=10 log pV+TS.
- Lapisan SOFAR(Sound fixing and Ranging),
- Output Data.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar Pustaka
- http://WWW.rdinstruments.com/Waves.aspx.waves Array.
- Kuliah Akustik Kelautan.
- http://artikata.com/arti-319877/atenuasi.html
- http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/51099/C II mis.pdf? seguence=I
- Tipler, Paul A,(1998), Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1, Jakarta Erlangga.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mengetahui Penulis.
Tohiri, lahir di Serang, Banten pada 08 September 1895. menempuh pendidikan dasar di SD Melati 4 Waringinkurung-Serang. Kemudian, melanjutkan studi di MtS/MA Al-Inayah Cilegon. Selanjutnya melanjutkan di Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah(STTM-M) Tangerang, pada prodi Teknik Fisika (konsentrasi pada Instrumentasi dan kontrol). Hingga saat ini masih menempuh studi disana. Adapun untuk karya tulisnya sedang dalam waktu proses.



good artikel....
BalasHapus